1 Juni 2026
Hari ini seperti hari-hari lain: terik di siang, angin sepoi-sepoi di sore. Panas yang pernah menyengat kawasan SEA selama dua bulan ini mulai redup. Sekarang, matahari hanya memancarkan cahaya kuning pucat, seolah sedang memperbaiki kesalahan lama. Pagi dan malam terasa sejuk, bahkan hujan gerimis menyelinap ke jendela saat langit masih cerah. Udara membawa aroma tanah basah yang menusuk hidung, seperti kenangan yang tak pernah lekang.
Tapi, seperti biasa, saya tetap kerja. Hanya saja kelingking kaki kiri bengkak, seperti ada batu kecil terperangkap di balik kulit. Rasa sakitnya tidak menyerang kalau tidak disentuh, tapi begitu jari itu menyentuh lantai, seperti menggenggam panci besi yang baru saja dipanaskan. Bengkaknya menggeliat, seolah ada nyamuk yang terbang di bawah kulit. Saya hanya menunggu waktu, biarkan rasa itu mereda sendiri.
Di tengah keheningan ini, kipas angin yang saya beli bulan lalu jadi lebih berarti. Dulu, saat panasnya memerah langit, udara bahkan membuat saya berkeringat di dalam mobil. Sekarang, aliran angin dari kipas itu terasa seperti embusan napas musim dingin, dingin yang lembut, seperti air es menetes perlahan di telapak tangan.
Hari ini tidak ada cerita besar. Hanya udara yang mulai menenangkan, dan rasa sakit kecil yang mengingatkan saya bahwa tubuh ini masih bisa merasakan nyeri.
Komentar
Posting Komentar